Potensi Energi Limbah Plastik Sama dengan 12% Konsumsi Energi Industri
Krisis lingkungan yang disebabkan oleh penumpukan sampah plastik telah diketahui secara luas. Sejumlah proyeksi menunjukkan bahwa jumlah sampah plastik di lautan dapat melebihi jumlah ikan pada 2050. Namun, aspek yang sering diabaikan adalah berapa energi yang terbuang dari sampah-sampah plastik ini.
Para peneliti di National Renewable Energy Laboratory (NREL), laboratorium riset di bawah Kementerian Energi Amerika Serikat, menemukan bahwa energi yang terperangkap dalam sampah-sampah plastik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir pada 2019 dapat menyumbang 5 persen energi yang dibutuhkan untuk sektor transportasi publik atau 5,5 persen untuk sektor industri.
Studi lebih lanjut oleh NREL mengungkap statistik tingkat regional, negara bagian, dan federal. NREL melaporkan 44 juta metrik ton sampah plastik di Amerika Serikat. Angkanya berbeda dengan perhitungan Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) yang memperkirakan 32,2 juta metrik ton.
Anelia Milbrandt, seorang analis riset senior di NREL dan salah satu penulis studi “Quantification and evaluation of plastic waste in the United States” dalam jurnal Resources, Conservation & Recycling, menekankan perlunya pemahaman yang lebih mendalam tentang limbah plastik sebagai sumber daya. Dia, bersama dengan rekan-rekannya Kamyria Coney, Alex Badgett, dan Gregg Beckham, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi limbah ini.
Tujuan tim ini adalah untuk menemukan peluang ekonomi dengan memulihkan nilai dari sampah plastik dalam jumlah besar. Pada 2019, hanya sekitar 5 persen sampah plastik di Amerika Serikat yang didaur ulang, dan sebagian besarnya berakhir di tempat pembuangan akhir atau dibakar untuk pembangkit listrik.
NREL menganalisis tujuh jenis plastik, yang digunakan dalam berbagai produk mulai dari botol hingga wadah makanan atau minuman untuk dibawa pulang. Faktor-faktor yang berkontribusi kepada peningkatan timbulan sampah plastik di TPA adalah tingkat daur ulang yang rendah, pertumbuhan populasi, preferensi untuk plastik sekali pakai, dan biaya pembuangan yang murah di beberapa daerah. Situasi ini semakin memburuk setelah adanya larangan impor sampah plastik non-industri dari Amerika Serikat oleh Cina pada 2017.
Para peneliti mengusulkan pengembangan teknik daur ulang baru untuk mendorong ekonomi sirkular, mengubah sampah menjadi sumber daya yang dapat digunakan kembali. Mereka memperkirakan nilai pasar plastik yang ditimbun di tempat pembuangan akhir adalah antara US$ 4,5 miliar hingga US$ 9,9 miliar (atau sekitar Rp 62,25 triliun hingga Rp 143,55 triliun). Energi yang terkandung dalam limbah plastik ini mencerminkan sekitar 12 persen dari konsumsi energi sektor industri.
Praktik daur ulang saat ini terutama berfokus pada plastik tertentu seperti PET (digunakan dalam botol air mineral) dan polietilena dengan kepadatan tinggi atau HDPE (digunakan dalam botol susu dan botol sampo). Meskipun dua jenis plastik ini paling banyak didaur ulang, sebagian besarnya masih berakhir di tempat pembuangan akhir.
Milbrandt dan timnya menyarankan dua solusi: menciptakan produk baru yang menggunakan plastik daur ulang dan mengembangkan teknologi pemilahan (sorting) yang canggih untuk meningkatkan penggunaan bahan daur ulang.
Milbrandt berharap penelitian ini akan meningkatkan kesadaran di kalangan industri dan investor tentang peluang ini. Penelitian ini juga menyoroti korelasi antara jumlah sampah plastik dan jumlah penduduk, dengan California, Texas, dan Florida yang memimpin dalam hal produksi sampah. New York, meskipun padat penduduknya, mengekspor sebagian besar sampahnya.
Penelitian ini, menurut Milbrandt, menggarisbawahi bahwa sampah plastik bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga masalah pengelolaan sampah dan penggunaan lahan, terutama ketika tempat pembuangan sampah mencapai kapasitasnya. Penelitian ini diharapkan dapat membantu pemerintah dan pengembang industri dalam mengambil keputusan yang tepat.[]
Sumber:
Anelia Milbrandt, Kamyria Coney, Alex Badgett, dan Gregg T. Beckham. “Quantification and evaluation of plastic waste in the United States”. 22 April 2022. Resources, Conservation and Recycling.